Iklan

Minggu, 22 April 2018

Kuliner khas Tiong Hua Singkawang

KULINER KHAS TIONGHUA SINGKAWANG

Berkunjung ke Kota Singkawang tentu tidak sah rasanya  kalau kita tidak menikmati aneka kuliner khas nya.
Banyak sekali kuliner khas yang ada di kot Singkawang, namun kali ini saya ingin mengajak anda untuk  mengenal beberapa kuliner khas terutama kuliner khas warga TiongHua yang ada di Singkawang.Kuliner ini banyak dijual di sekitaran jl. Budi Utomo, Jalan ,Sutomo dan depan pasar beringin  atau biasa dikenal dengan sebutan pasar hongkong. Para penjual kue kue tradisional tersebut biasanya mulai berjualan mulai pukul 4 sore hingga 10 malam ,dengan  menggunakan gerobak gerobak  kecil .Harganya cukup murah sekitar 1000-an saja.
Kue tradisional apa sajakah itu ? Berikut kuliner khas  tradisonal khas TiongHua kota Singkawang
1. Kue keranjang
Kue tradisonal  ini tentu sudah tidak asing lagi bagi warga Singkawang, karena biasanya pada perayaan imlek kue ini banyak sekali





2. Kue Choifan


kue tradisional TionHua ini mirip kroket cuma tidak digoreng ,warnanya putih dan agak kenyal dan di dalamnya ada isian berupa bengkuang cincang dan daging . Kue tradisional ini terbuat dari tepung beras yang di adon sebagai kulitnya yang kemudian dikukus.

3. Bubur Tahu
Kulioner ini terbuat dari kacang kedelai yang digiling halus lalu disaring untuk diambil sari nya kemudian di kukus hingga mengental. cara penyajiannya adalah dengan mengambil beberapa sendok tahu yang sudah mengental tadi lalu dimasukkan ke dalam mangkuk dan diberi air gula atau gula merah. terasa nikmat dimakan pada saat masih hangat. Bubur tahu banyak di jual pada waktu pagi hari sekitar jam 5 - 9 pagi disekitas pasar beringin  Singkawang.Saat ini penjula |Bubur Tahu tidak hanya dari kalangan Tiong Hua saja namun ada beberapa penjual dari etnis lain atau dari muslim.

Demikian tiga Kuliner khas TiongHua kota Singkawang  yang cukup terkenal. Lain waktu kita update lagi...

Jumat, 25 Desember 2015

FOTO - FOTO SINGKAWANG DULU DAN SEKARANG

 Keindahan Kota Singkawang ternyata tidak hanya saat sekarang, jaman dulu pun ternyata juga indah.
mau tau bagaimana indahnya Singkawang jaman dulu ?.Pada postingan kali ini saya akan menampilkan
foto foto beberapa tempat di Kota Singkawang jaman dulu dan dibandingkan dengan sekarang.
Kita mulai yuk.... :

1. Foto jembatan agen jaman dulu dan sekarang
Coba lihat foto di bawah ini bagaiman indahnya jembatan agen jaman dulu, dengan sungai yang bersih
dan dilayari beberapa kapal kecil.Dan bandingkan dengan keadaannya sekarang.


 
2. Foto Tua pekong dulu dan sekarang
Sebelah kiri adalah foto Tua Pekong yang sekarang tahun 2015 sedangkan di sebelahnya adalah
foto jaman dulu. Bentuk aslinya masih terjaga cuma ada sedikit perubahan.








3. Foto Simpang Empat jembatan agen dulu dan sekarang
lihatlah perubahan yang sangat dramatis simpang empat.Foto kiri adalah simpang empat jaman dulu








4. Foto Jalan Diponegoro depan Hotel Kalbar Dulu dan sekarang
Foto dibawah adalah suasana di jalan Diponegoro depan hotel Kalbar









5. Jalan depan bank Kalbar menuju masjid Raya Singkawang, Dulu dan sekarang








Itulah beberapa foto tempat di Singkawang jaman dulu dan sekarang, bagaimana, indah bukan ?

Minggu, 12 April 2015

BATU AKIK SINGKAWANG

Demam batu akik yang akhir akhir ini mewabah di beberapa wilayah di Indonesia, ternyata juga sudah menjangkiti warga pengemar  BATU AKIK SINGKAWANG.Betapa tidak, di mana mana orang orang pengemar  BATU AKIK SINGKAWANG selalu membicarakan tentang batu akik, di warung warung kopi, di kantor kantor, pokoknya di mana saja.

Wabah batu akik ternyata juga membuka peluang usaha baru bagi pengemar  BATU AKIK SINGKAWANG, yaitu bisnis batu akik, mulai dari jual akik yang masih bongkahan, jasa mengasah atau membentuk batu atau bahkan menjual cincin akik yang sudah jadi.

Untuk penjual batu akik bongkahan misalnya, hampir di setiap pojok pasar selalu ada saja orang orang yang membuka lapak untuk menawarkan berbagai jenis batu akik, dari yang paling murah sampai yang paling mahal.Lihat saja misalnya di  simpang pasar turi, gerbang masuk kota Singkawang, samping masjid Raya (sore hari), atau di depan mess daerah.
 
Batu akik yang di jual berasal dari berbagai daerah KalBar, misalnya akik Ketapang, Sempalai, Balai-Sangau bahan ada yang mendatangkan dari luar daerah.

Rabu, 21 Januari 2015

KULINER SINGKAWANG

kuliner singkawang
Berwisata tidak selalu identik dengan mengunjungi tempat tempat yang indah atau tempat bersejarah,tetapi bisa juga menjadikan makanan sebagai tujuan. Wisata seperti ini tidak memerlukan biaya yang besar.
Singkawang memang sudah dikenal sebagai salah satu kota tujuan wisata di Kalbar. Selain ditunjang potensi alam yang indah , juga ditopang berbagai jenis kuliner yang ada di kota ini. Kuliner Singkawang yang berbagai macam dapat dijumpai diberbagai sudut kota, sejak sore hingga malam. Tempat tempat makanannya pun terbilang unik. Selain berfungsi mengisi perut, biasanya juga berkembang sebagai tempat mangkal untuk menikmati suasana kota di malam hari.
Biasanya pengunjung mulai berwisata kuliner malam hari pada pukul 19.00 malam sampai 00.00 dini hari dan mereka akan mencari tempat tempat strategis sebagai ajang gaul dan berkumpul. Tentunya sambil menikmati makanan maupun minuman. Tidak sulit mencarinya, karena berada di pusat kota. Selain itu, mereka punya ciri khas tersendiri, yakni menggunakan gerobak. Bangku dan meja sudah disiapkan ,tinggal membentang tenda saja di teras tersas rumah toko, yang saat pagi hingga sore digunakan berjualan oleh pemiliknya.
Mulai dari usai maghrib hingga tengah malam, tempat tempat tersebut sudah ramai dikunjungi masyarakat. Kawasan yang banyak ditemukan dagangan kuliner antara lain : Jalan Budi Utomo sebelah kiri jalan, berjejer penjual kue. Jaraknya cukup berdekatan. Mereka menawarkan aneka jenis kue dengan harga relatif murah. Begitu juga di jalan Setia Budi. Disini banyak terdapat penjual makanan utama. Misalnya nasi goreng, nasi Padang, sate, mie goreng.pun demikian dikawasan Jembatan Agen, tepatnya di sekitar kantor Pos. Disini berjejer pedagang menjual makanan dan minuman dengan gerobak.
Begitu juga di jalan Siaga. Gerobak gerobak menghiasi sudut sudut jalan. Dan masih banyak lagi alternatif tempat yang bisa dikunjungi untuk menikmati suasana malam sambil menyantap hidangan di kota Singkawang

Minggu, 01 Desember 2013

Sop Mie Asin Singkawang

Sop Mie Asin, Kuliner ini mungkin hanya ada di Singkawang,  Berbeda dengan bakso dan mie tiaw, yang bahan dasarnya adalah mie putih, Sop mie Asin sesuai dengan namanya dibuat dari mie asin. Soal rasa , hmmmm... tidak kalah nikmatnya dari bakso, apalagi kalau dimakan selagi panas trus pakai taburan kacang dan ikan teri goreng....wuhhh. maknyuss...

Sop Mie Asin kebanyakan dijual di kantin kantin sekolah atau di warung warung jajanan kecil.Maklum saja , makanan ini mungkin masih dianggap makanan pinggiran.

Mau tau cara bikin Sop Mie Asin, gampang kok. Nih resepnya :

Pertama tama, rebus air hingga mendidih. Kemudian masukkan bahan bahan penyedap seperti masako, tumisan bawang merah/putih. Boleh juga ditambah udang atau daging sapi.
Setelah itu masukkan mie asin yang sudah dicuci. Jangan terlalu lama karena mie akan hancul atau terlalu lembek. Angkat dan masukkan ke dalam mangkuk. Untuk taburan di atasnya, gunakan kacang goreng, ikan teri goreng, daun sop dan bawang merah goreng. Ta da.....Sop Mie Asin siap disantap.

Sop Mie Asin ini paling sip kalau dimakan waktu musim hujan................wuihhh nyammi........

Rabu, 20 November 2013

Adat Mulang Mulangkan

Di dalam masyarakat Melayu Sambas,terutama di wilayah Singkawang utara, Adat Mulang Mulangkan merupakan salah satu budaya yang masih di lakukan. Adat Mulang mulangkan merupakan salah satu acara dalam prosesi pernikahan Adat melayu Sambas. Acara ini dilakukan setelah acara pernikahan dan serah serahan barang antaran.Dalam acara ini  fihak keluarga dari mempelai lelaki menyerahkan si pengantin lelaki kepada keluarga pengantin perempuan demikian juga sebaliknya. Pada saat penyerahan, biasanya kedua fihak keluarga memberikan nasehat kepada kedua mempelai, misalnya untuk menyayangi keluarga barunya seperti ia menyayangi keluarganya. Dalam acara mulang mulangkan biasanya kedua fihak keluarga lsyang diwakili oleh tokoh masyarakat akan saling berbalas pantun.

pantun Acara Mulang Mulangkan :

Fihak lelaki :

Bukan batang sembarang batang
batang itto' batang belaran
Bukan datang sembarang datang
Kame' datang na' nyarahkan barang antaran

Batang belaran dibawah sukun
batang are dibuat arang
barang antaran udah disusun
tullong diperikse takut ade yang kurang

Jawaban fihak perempuan:

batng belaran ade lima'
batang are di gunnong sebaya'
barang antaran udah kame' terima'
ndak ussah di perikse karne kame dah pecaya'

Waktu mulang mulangkan pun ada pantun nasehatnye :

Untuk mempelai lelaki :

layang layang pakai tali gunni
di ullor ullor sampai kusut
sayang sayang ngan binni
sampai nante kulitnye dah keriput.

ntuk kan perempuan :
layang layang di atas baki
sangkut di genteng kanna' berungkok
sayang sayang ngan biak laki
dari die ganteng sampai ke bungkok

Senin, 29 April 2013

SERAKALAN | NYALAI

Pada masyarakat Melayu Sambas khususnya masyarakat Melayu di Singkawang Utara,tentu tidak asing dengan budaya SERAKALAN atau biasa disebut NYALAI. SERAKALAN atau NYALAI biasanya dilakukan pada acara acara tertentu, misalnya dalam acara perkawinan dan acara tepung tawar.

Dalam acara perkawinan, misalnya, SERAKALAN  dilakukan di tarub dimana para undangan pria duduk secara lesehan. SERAKALAN dilakukan dengan membaca kitab BARZANJI diiringi dengan  tabuhan gendang. Para pembaca SERAKALAN  biasanya dilakukan secara bergantian.

Tidak semua yang ada di tarub bisa melantunkan SERAKAL,karena perlu latihan khusus dan  iramanya pembacaannya juga berbeda dengan mengaji biasa.

Di dalam pembacaan SERAKALAN bisanya dibagi menjadi 3 bagian yaitu ASSALAI, RAWI dan ASROKAL. Tiap tiap bagian memiliki cara atau irama yang berbeda. Pada bagian ASSALAI, pembacaannya dilakukan secara bergantian dalam keadaan duduk dan diiringi dengan tabuhan gendang. Pada bagian  pembacaan RAWI biasanya dipilih atau ditunjuk orang tertentu. Pembacaan RAWI terkadang juga diiringi dengan tabuhan gendang.

Pada daerah daerah tertentu, biasanya para undangan akan istirahat sebentar setelah pembacaan RAWI, sambil menikmati makanan dan minuman ringan. Terakhir barulah dibacakan ASROKAL.Pada bagian ini, para undangan yang ada di tarub semuanya berdiri ketika ASROKAL dilantunkan.

Senin, 11 Maret 2013

TEMPAT WISATA ALTERNATIF DI SINGKAWANG

Sudah banyak tempat wisata yang ada di Singkawang, dari yang sudah lama hingga yang terbaru. Sebut saja Pasir Panjang , Taman Bougenvil, Sinka Island, dan yang terbaru Taman Bajau. Sebenarnya kalau terus di gali dan dikembangkan , masih banyak tempat tempat yang punya potensi untuk menjadi tempat wisata baru yang tak kalah indah dan menariknya dari tempat tempat wisata yang sudah ada.

Dimana sajakah tempat wisata alternatif di Singkawang ? Berikut adalah tempat tempat tersebut yang cukup murah meriah  :

1. HANGMOY
Hangmoy merupakan sebuah sungai kecil yang berada di Singkawang Timur. Sungai yang sumber airnya berasal dari pegunungan Poteng ini masih sangat asri karena banyak pepohonan yang rindang. Setiap hari minggu dan libur banyak pegunjung yang datang ke tempat ini.





2. Air terjun SABOHE
Air terjun Sabuhe  merupakan air terjun kecil yang terletak di Desa Sabuhe Kecamatan Singkawang Timur, sekitar 7 km dari pusat kota






3. Air terjun SARIUNG
Terletak di kecamatan Nyarungkop Kecamatan Singkawang Timur

4. Danau SERANTANGAN
Terletak di Singkawang Selatan , danau alam ini memiliki luas sekitar 400 hektar. Danau ini masih asri dan belum dikelola secara profesional.

5. TELUK KARANG SEDAU
Tempat wisata alternatif ini terletak di Desa Sedau kecamatan singkawang Selatan, yang masih satu wilayah dengan Sinka Islan Park.

6. GUNUNG ROBAN
Terletak di  Singkawang Timur sekitar 4 km dari kota, tempat ini biasa digunakan oleh para pecinta olahraga jogging . Setiap sore gunung roban akan ramai oleh pegunjung yang ingin jogging atau sekedar menikmati pemandangan indah Kota Singkawang dari puncak nya.

Namanya juga tempat wisata alternatif, tentu fasilitas yang tersedia masih minim. Yang penting bisa untuk melepas lelah dan menikmati keindahan alam secara murah meriah


Kamis, 28 Februari 2013

BUBUR GUNTING|KULINER KHAS SINGKAWANG

BUBUR GUNTING merupakan salah satu kuliner khas Kota Singkawang. Makanan khas ini terbuat dari roti goreng (Cakwe)yang digunting gunting pendek berbentuk dadu dan  diberi  kuah kental manis dari kacang ijo dan kanji. Makannya saat masih panas. Soal rasa. hmm... unik.. karena ada rasa manis dan agak asin.

BUBUR GUNTING merupakan kuliner khas warga Tiong Hua, namun penggemarnya berasal dari semua kalangan. Makanan in dijual menggunakan gerobak keliling di sekitar pasar atau mangkal di dekat toko toko yang ada di Kota Singkawang.

Saat ini Bubur Gunting tidak hanya di buat dan di jual oleh warga Tiong Hua saja, namun ada juga warga non Tiong Hua atau warga melayu yang bisa membuatnya. Hal ini dikarenakan rasa khawatir sebagian warga, terutama Muslim yang akan meragukan akan halal tidaknyam makanan ini.




Sumber gambar : womaninspira.blogspot.com

Jumat, 22 Februari 2013

BANGUNAN DAN TEMPAT BERSEJARAH DI SINGKAWANG

Singkawang memang sudah terkenal karena banyak tempat wisatanya. Banyak pelancong dari dalam dan luar negeri yang datang ke Singkawang untuk menikmati keindahan alamnya. Namun tahukah kamu bahwa ternyata Kota Singkawang juga memiliki tempat tempat atau bangunan bersejarah.Apasajakah itu ? Berikut adalah tempat atau bangunan bersejarah
kota Singkawang (disusun berdasarkan usia bangunan) 

1. Toa pekong atau Vihara Bumi Raya
   Bangunan tempat peribadatan warga Tionghua ini merupakan bangunan tertua yang ada di Kota  Singkawang  tidak ada yang tahu pasti kapan dibangunnya, yang pasti bangunan ini telah berusia lebih kurang 200 tahun.





2. Rumah tua marga XIE
   Bangunan ala Tiongkok kuno yang khas ini terletak di belakang deretan bangunan ruko baru JI. Budi Utomo, Singkawang.Tepatnya rumah No.36 ini di ujung jalan menuju tepi sungai.  Bangunan nuansa antik yang didirikan Xie Shou (alias Xie Zhong Shou, Xie Shou, Xie Feng Chen), sang leluhur perintis pertama marga Xie sudah berumur 105 tahun namun masih berdiri kokoh. Hingga kini sudah menjelang tujuh generasi masih menetap di situ  dan meneruskan dan generasi ke generasi.

3. Gereja Katedral Paroki
   
Gereja Katedral Paroki merupakan gereja peninggalan dari jaman Belanda, bangunan ini memiliki gayadan arsitektur yang khas.Sebagai salah satu bangunan tertua di kota Singkawang yang dibangun pada masa penjajahan Belanda di awal abad ke 20, Gereja ini terletak ditengah kota Singkawang tepatnya pada Jalan Pangeran Diponegoro Singkawang.

4. Masjid Raya Singkawang
   Masjid Raya Kota Singkawang yang kini menjadi kebanggaan masyarakat di sekitarnya tersebut didirikan pada 1885 atau 126 tahun silam, ketika Indonesia masih dalam cengkeraman kuku penjajah Belanda.Pendirinya Kapitan Bawasahib Marican, seorang pendatang dari Calcutta India, Distrik Karikal.
   Sayangnya masjid yang bersejarah ini telah direnovasi sehingga bentuk aslinya telah hilang, tinggal menaranya saja.

5.Mess Daerah Singkawang

   Bangunan tua yang terletak di jalan Merdeka ini merupakan bangunan bersejarah peninggalan pemerintah kolonial  Belanda.Bangunan ini dulunya merupakan tempat kediaman para petinggi Belanda yang  ada di Singkawang. Sampai saat ini bangunan tersebut masih terawat dengan baik.



6. Bangunan tua di jalan R.A kartini

    Kalau anda ke sekip lama masuk dari simpang empat, maka mulai dari simpang empat sampai batas jalan Hansip anda akan melihat asrama asrama tentara yang dulunya merupakan asrama untuk para prajurit dan perwira TNI AD. Waktu itu KODAM tanjung pura masih ada di kalbar (Pontianak)

Sampai sekarang bangunan bangunan tua milik para perwira militer tersebut masih berdiri, meski mulai terlihat keropos disana sini. Bangunan bangunana tua yang terbuat dari kayu belian itu dapat anda lihat disekitar simpang empat masuk ke jalan RA. kartini sebelah kiri jalan.

Selasa, 19 Februari 2013

FESTIVAL CAP GO MEH SINGKAWANG 2013

Festival Cap Go Meh 2013 kembali digelar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Festival tersebut dilaksanakan pada hari ke 15 setelah perayaan Imlek, tepatnya hari Minggu, tanggal 24 Februari 2013 .

Festival yang  dilaksanakan selama satu hari tersebut menampilkan berbagai atraksi,seperti Naga dan barongsai. Salah  satu atraksi yang paling ditunggu dan ditonton adalah atraksi tatung, yakni pertunjukan kekebalan diri dari komunitas-komunitasTatung yang ada di Kota Singkawang dan sekitarnya.

Setiap kali digelar Festival Cap Go Meh, hotel-hotel di Kota  Singkawang akan selalu dipenuhi oleh wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri.Tidak heran kalau moment Festival Cap Go Meh 2013 ini dimanfaatkan oleh sebagian warga Kota Singkawang untuk menambah pendapatan,misalnya dengan berjualan di sekitar jalan yang dilewati oleh tatung dan arak arakan naga dan tatung.


Jumat, 04 November 2011

Amoy Singkawang

Amoy Singkawang, sebutan untuk gadis warga keturunan di kota Singkawang yang berkulit putih, bermata sipit dan tentu saja cantik  ,yang  merupakan salah satu daya tarik kota ini selain tempat tempat  wisatanya yang indah. Maklum, dengan jumlah warga keturunannya yang mencapai sekitar 60% maka amoy singkawang banyak ditemui terutama di pusat kota.Tidaklah heran kalau kota singkawang mendapat julukan Singkawang Kota Amoy. 

Beberapa Amoy Singkawang kadang mengalami nasib yang kurang baik, karena menjadi korban trafiking,ingin mengubah nasib dengan menjadi istri warga Taiwan namun ternyata di sana malah dijual menjadi wanita penghibur.Mengenaskan memang. Tapi ada juga amoy Singkawang yang bernasip baik, mendapat suami yang baik sehingga secara ekonomi bisa membantu keluarganya yang ada di Singkawang.

gambar ilustrasi :                                














Rabu, 27 Juli 2011

SURVEY TENTANG SINGKAWANG

      Survey tentang Singkawang

 Iseng iseng, pada beberapa waktu yang  lalu, tepatnya tanggal 11 – 14 Juli 2011, saya melakukan survey sederhana untuk mengetahui tempat wisata apasih yang sering dikunjungi oleh warga Singkawang dan apa sih makanan khas singkawang menurut mereka? Maka sayapun membagikan kuisioner tentang Tempat wisata kepada 131 responder dan kuisioner tentang makanan khas kota Singkawang kepada 81 responder.
        Adapun pertanyaan mengenai tempat wisata adalah  :
 Apa tempat wisata di Singkawang yang sering Bapak/Ibu  kunjungi
       Sedangkan pertanyaan tentang makanan khas kota Singkawang adalah :
 Menurut Bapak/Ibu, makankah makanan berikut ini yang merupakan makanan khas kota Singkawang?
a. Bakso
b. Mie Tiaw
c. Mie Asin
d. Tahu
e. Peda’
f. lainnnya
       Setelah jawaban dikumpulkan dan dihitung , maka didapatlah hasil sebagai berikut :
Untuk pertanyaan apa tempat wisata yang sering mereka kunjungi, dari 131 responder,ternyata sebagian besar yaitu 116 responder atau 89 %  memilih Pasir Panjang sebagai tempat yang sering dikunjungi ketika berlibur, kemudian 6 reponder atau 5 % memilih Teluk Mak Jantu atau Sinka Zoo , 3 responder atau 2 % hanya memilih Taman Rindu alam,  sisanya memilih tempat yang beragam.
       Lihat Grafik di samping :


   Sedangkan untuk pertanyaan apa makanan yang dianggap makanan/kuliner khas kota Singkawang,18 responder atau 22% ternyata memilih Mie Tiaw sebagai makanan/kuliner khas kota Singkawang.Kemudian 10 reponder atau 12 % memilih Peda dan Terasi sebagai makanan khas Singkawang, 8 responder atau 10 % memilih Mie Tiaw dan Tahu sebagai makanan khas Singkawang .8 % responder atau 10 orang memilih Bakso sebagai  makanan khas Singkawang, lalu  9 % atau 7 responder memilih Tahu sebagai makanan khas Singkawang.
       Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat grafiknya:

Survey ini dilakukan secara sederhana dan belum tentu valid, jadi anda boleh percaya atau tidak. Ya...sekedar memuaskan rasa ingin tahu saya saja.

Minggu, 10 Juli 2011

DESA BUDAYA SINGKAWANG



Sebagai kota yang multi etnis, khususnya 3  suku besar yaitu Dayak, Melayu dan Tiong Hua, Kota Singkawang sepatutnya memiliki Desa Budaya. Desa Budaya yang mencerminan ciri budaya dan segala hasil karyanya yang mewakili suku yang dominan dari tiap daerah/kecamatan.
sebagaimana kita ketahui kota Singkawang terbagi menjadi 5 kecamatan yaitu : Kecamatan Singkawang Timur, Kecamatan Singkawang barat, Kecamatan Singkawang Utara, Kecamatan Singkawang barat dan Kecamatan Singkawang Tengah. Tiap tiap kecamatan memiliki ciri khas budaya tersendiri, misalnya kecamatan Singkawang Timur indentik dengan Suku Dayak, Singkawang barat  dan Selatan Indentik dengan budaya Tiong Hua dan maritim, Singkawang Utara indentik dengan Melayu dan Singkawang Tengah indentik dengan budaya Tiong Hua.

Nah, seharusnya pemerintah Kota Singkawang, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan pariwisata  memilih satu desa dari tiap kecamatan untuk dijadikan Desa Budaya dan dibangun satu rumah budaya / rumah adat. Desa yang telah dipilih untuk menjadi Desa Budaya tentu harus memelihara, manjaga dan menampilkan budaya dan segala hasil kebudayaannya. Bahkan kalau perlu setahun sekali setiap Desa Budaya tersebut mengadakan semacam  festival atau pagelara budaya. Kalau ini bisa terwujid saya yakin  tujuan wisata di Kota Singkawang akan semakin bertambah dan bervariasi.Semoga .....

Rabu, 06 Juli 2011

KOTA SINGKAWANG AKAN RAMAI KALAU....

Mau tau, hal hal yang membuat kota singkawang bisa ramai dikunjungi ? Inilah dia, 4 event/hal yang  bisa membuat kota singkawang ramai dan penuh sesak : 
  1. Perayaan Cap Go Me
Semua sudah tau kalau acara ini merupakan acara tahunannya warga Tiong Hua.Acara yang digelar setiap bulan Februari ini membuat jalanan di dalam kota ramai
 dan penuh sesak, karena warga dari berbagai penjuru dan pelosok Singkawang
bahkan dari luar kota berdatangan.Besar- kecil, tua- muda semuanya tumpah ruah
 di jalan menyaksikan atraksi tatung , naga dan barongsai

2. Karnaval 17 Agustus
Selain perayaan Cap Go Me, event yang bisa membuat kota singkawang jadi
ramai adalah  karnaval 17 agustus .Acara tahunan yang digelar dalam rangka
 perayaan kemerdekaan Ri ini selalu ramai di tonton oleh warga.
Seperti halnya Cap Go Meh, warga dari pelosok pelosok singkawang ramai berdatangan

3.  Banjir besar.
Eit...jangan salah, memang benar koq, kalau singkawang sedang kebanjiran,
 orang orang bukannya mengungsi, eh malah ramai ramai datang
 dengan membawa pelampung, baju renang atau ban bekas, apalagi tujuannya
 kalau bukan untuk main air. Ma’lum, banjirnya khan tidak setahun sekali .Aneh ya...

4.  Kebakaran
He...he   ini hanya sekedar guyon, tapi ada benarnya juga lho..
kalau di Singkawang ada kebakaran besar, misalnya,
pastilah orang orang akan ramai datang, yang pastinya untuk nonton....
ada ada saja.....

Senin, 04 Juli 2011

MAKANAN KHAS SINGKAWANG | MAKANAN YANG BANYAK DI CARI


Lain padang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya. Tentunya setiap daerah punya makan khas tersendiri yang merupakan ciri khasnya, misalnya Sumedang terkenal dengan tahu Sumedangnya, Jogja terkenal dengan Gudegnya, palembang terkenal dengan Empek empeknya, nah kalau kota Singkawang apa ya makanan khasnya ?
Sebagai orang  Singkawang saya melihat ada beberapa jenis makanan yang merupakan ciri khas dari kota ini, yang selalu dicari oleh para wisatawan. Adapun makanan tersebut adalah :
1. Tahu Singkawang.
Banyak orang yang kalau datang ke Singkawang akan selalu menjadikan makanan ini sebagai oleh oleh. Memang, Tahu Singkawang sudah sangat dikenal karena memiliki cita rasa tersendiri. Silahka baca selengkapnya di sini.


2. Peda’ cencalok.
Eh..apa iya ini merupakan makanan khas Singkawang ya ?
silahkan dibaca selengkapnya di sini.



3. Mie Asin / Mie Soa. 
Mie ini berbeda dengan mie putih atau mie bakso karena bentuknya yang panjang dan kecil,serta rasanya yang asin, makanya disebut mie asin. Mie ini sering dibuat sup dan banyak di jual di toko toko di pasar Singkawang.



4. Bakso Singkawang.
Hmmmm...siapa yang tidak kenal dengan bakso Singkawang
,rasanya yang yummy gitu loh dan beda banget.
Baca selengkapnya di sini.

5.Mie Tiaw / Mie Goreng. 
Kalau anda ke Singkawang dan jalan jalan pada malam hari di sekitar pasar beringin atau jalan Budi Utomo, maka anda akan menemukan para penjual mie goreng atau dikenal denga mie tiaw. Makanan ini merupakan makanan khas warga Tiong Hua Singkawang.maklum Singkawang kan terkenal sebagai Pecinannya Kalbar.


6. Terasi Singkawang
Nah, kalau yang ini merupakan salah satu oleh oleh yang juga paling banyak dicari. terasi yang sering dicari adalah terasi Sedau karena bahannya yang 100% dari udang dan lebih tahan lama kalau disimpan

Ok. Cukup sekian dulu, lain kali saya tambah lagi...byee.

Oleh : tri .mc

Jumat, 18 Juni 2010

Patung naga Singkawang

Postingan ini tidak bermaksud untuk menambah polemik tentang patung naga singkawang, karena kita sudah capek ,bosan, hidup dalam ketidak tenangan, lho koq gitu.. ? ya iya lah....hampir setiap hari selalu ada saja isu isu yang bikin kita cemas dan takut, jangan jangan....jangan jangan....bahkan kejadian kebakaran di jalan tani kemarin pun diisukan atau dikaitkan dengan patung naga. waduh....ada ada saja !
Polemik patung naga singkawang seharusnya tidak terjadi jika dari awal pembangunannya sudah difikir kan dengan matang.sebelum dibangun sebaiknya di lemparkan dulu wacananya ke masyarakat agar tahu apa reaksinya.kalau sudah beginikan yang susah masyarakat juga...iya gak....?

Senin, 10 Mei 2010

SEPEDA LOWRIDER|LOWRIDER BIKE



Sepeda Low Rider , adalah jenis sepeda dengan dudukan rendah ,yang memiliki fork depan yang dilengkapi springer/per dan setang yang lebih lebar dari ukuran umum, rem hanya ada di ban belakang dengan memakai torpedo. Dulu biasanya sepeda model ini memakai jok model pisang, yang memanjang ke belakang dan dilengkapi dengan senderan dari pipa kecil yang menjulang ke atas
Sepeda Low Rider pertama kali di perkenalkan pada tahun 1960an, oleh The “custom” king George Barris, yang sebelum menemukan sepeda jenis ini adalah seorang tukang service mobil yang kerjaannya menceperkan mobil Pada tahun 1963 pabrik sepeda SCHWIIN untuk pertama kalinya mengeluarkan model revolusi baru “New Cruiser STING RAY, model ini dibuat mengacu pada model motor model dragster yang sedang ngetop pd saat itu.Karena model tersebut nyaman di kendarai begitu juga dengan desainnya yg unik maka model tersebut menjadi booming dan digemari oleh anak2 muda.Sejak diperkenalkan pelopornya, the “Custom” king George Barris tahun 60-an di Amerika, sepeda low rider menjadi trendsetter bagi kalangan muda Amerika. Di berbagai kota besar , seperti Jakarta, sepeda yang memiliki keunikan pada frame (rangka sepedanya) ini juga menjadi tren sebagaian warga kota.
Namun masalahnya, sepeda lowrider ini sangat mahal sehingga hanya orang orang tertentu saja yang memilikinya. Selain itu karena jumlahnya terbatas maka sangat sedikit bahkan tidak ada toko sepeda yang menyediakan suku cadang sepeda jenis ini.
Untuk kota Singkawang, nampaknya belum ada tuh,, kumpulan penggemar sepeda Low rider.

Rabu, 24 Maret 2010

SAPRAHAN:MAKAN BESAPRAH

Bagi masyarakatMelayu,khususnya Sambas dan Singkawang tentu tidak asing lagi dengan budaya SAPRAHAN atau MAKAN BESAPRAH, yaitu budaya makan bersama dengan cara duduk lesehan atau bersila di atas lantai secara berkelompok yang tersiri dari 5 sampai 6 orang dalam satu kelompoknya.Tradisi makan saprahan memiliki makna duduk sama rendah berdiri sama tinggi ini, sangat kental dengan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial, duduk bersila sambil menikmati aneka rasa masakan yang tentunya disesuaikan dengan selera kemelayuan
Budaya saparahan ini masih banyak kita temui di daerah pinggiran terutama pada acara acara perkawinan tradisional. Para tamu undangan biasanya hadir dengan berbaju telok belanga' atau memakai jas dan sarung. Mereka duduk bersama sama undangan lain di tarup (tempat khusus undangan yang berbentuk bangunan memanjang) secara berhadapan memanjang mengikuti arah tarup..
Para pelayan yang membawa saprahan juga memakai pakaian khusus yang seragam. Mereka akan mengatur hidangan yang dibawa dengan urutan tertentu;pertama piring dan tempat cuci tangan, kedua nasi, ketiga lauk pauk dan terakhir air minum/makanan penutup. Dalam mengatur saparahan ini, tamu yang berada di ujung tarup (biasanya undangan khusus, atau mereka yang dihormati) akan diantar saprahan lebih dahulu, begitu seterusnya hingga tamu yang paling akhir. Setelah itu barulah pemimpin acara atau tuan rumah mempersilahkan para tamu untuk makan.Setelah acara makan saprahan selesai, biasanya pemimpin tarup (pak Lebai) akan membaca do'a salawat sebagai tanda bahwa undangan sudah boleh pulang.
Seiring dengan perkembangan Zaman, budaya makan saprahan ini mulai ditinggalkan karena dianggap terlalu ruwet dan tidak praktis, lantaran untuk acara saprahan tentu diperlukan banyak piring dan gelas,serta tenaga pelayan, sehingga orang sekarang lebih senang memakai cara prasmanan yang diangap lebih praktis.

SUmber gambar : koleksi pribadi
Lokasi : Sei Bulan Singkawang Utara

Pengikut