Senin, 22 Juni 2009

KERAMIK SINGKAWANG

keramik singkawang

Kerajinan keramik Singkawang cukup diminati oleh para wisatawan baik lokal maupun luar kota, bahkan dari luar negeri. Hal ini dikarenakan keramik dari Singkawang memiliki ciri khas yang tersendiri, dimana proses pembuatannya masih menggunakan cara yang tradisional (hand made) dan proses pembakaran yang menggunakan tungku khusus, yang disebut Tungku naga, karena bentuknya yang memanjang. Tungku naga ini hanya ada dan satu satunya di kalimantan barat, bahkan Indonesia.

Ada 4 proses dalam pembuatan keramik Singkawang yaitu:

Pertama proses persiapan bahan. Bahan dasar utama keramik Singkawang adalah tanah liat, yang bisa diperoleh di sekitar lokasi. Tanah liat ini kemudian direndam dalam air selama lebih kurang 7 hari dan dicampur dengan tanah kaolin. Selama dalam proses perendaman , tanah dibersihkan dari akar akar kayu dan butiran batu. Setelah proses perendaman selesai, tanah diangkat dari bak perendaman dan diadon agar lembut serta dibiarkan selama 3 – 5 hari.

Selanjutnya pada proses kedua; tanah yang telah diadon kemudian dibentuk sesuai keinginan misalnya bentuk tempayan, pot, atau pasu. Proses pembuatan bentuk ini dikerjakan oleh pekerja yang memang telah memiliki keahlian khusus. Setelah berbentuk, kemudian di biarkan lagi selama 3 – 5 hari.

Kemudian pada proses ke tiga, tempayan/ pot yang telah jadi lalu di dekor (hias). Proses pendekoran juga dilakukan oleh pekerja lainnya yang memiliki keahlian mendekor. Ada beberapa jenis hiasan atau dekorasi tempayan misalnya hiasan naga, bunga teratai, bunga mehwa dan lainnya sesuai pesanan. Setelah tempayan selesai di dekor, maka tempayan di keringkan di tempat pengeringan khusus selama lebih kurang 2 – 3 minggu tergantung cuaca.Tempayan yang telah kering dibersihkan dan diberi warna. Ada 4 jenis warna yang sering digunakan yaitu coklat, biru , hijau dan putih (abu abu).Setelah pewarnaan, tempayan dikeringkan lagi selama 1 minggu.

Terakhir, pada proses ke empat , tempayan kemudian dibakar pada tungku khusus yang disebut tungku naga selama 24 jam . yang biasanya dimulai pada sore hari. Setelah proses pembakaran, akan dibiarkan selama 1 sampai 3 hari agar dingin, barulah tempayan tempayan tersebut dikeluarkan dan dipilih (disortir).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar tentang isi blog ini

Pengikut